20 Apr 2012

Fenomena Hujan Es



Hujan es sebenarnya sulit terjadi. Fenomena ini harus ditunjang kondisi yang tepat. Pertama, hadirnya awan kumulonimbus, lalu adanya arus udara atas dan bawah yang kuat yang membekukan air hujan di puncak awan, kemudian menurunkannya ke tempat yang lebi hangat untuk menghimpun kelembapan sebelum siklus berulang. Semakin sering hal ini terjadi, semakin besar ukuran batu es dan kerusakan yang ditimbulkannya (batu es seukuran bola bisbol, kiri,jatuh di Kansas pada Mei 2007).

Sebagian besar hujan es terjadi di daerah lintang 30-60 derajat dari garis Khatulistiwa, di dataran yang anginnya bertiup dari jajaran pegunungan besar. Hujan es intens bisa terjadi setiap kali udara hangat dan lembap tertolak ke tempat yang amat tinggi, bahkan di dekat Khatulistiwa. Kericho, kawasan kebun teh--2.175 meter di atas permukaan laut di Kenya--bisa jadi lebih sering diterpa hujan es berhari-hari dibandingkan tempat lain.

Pada 2009, 306 badai es destruktif di 16 negara bagian merusak hasil panen dan bangunan senilai lebih dari lima triliun di AS. Para ahli khawatir, musim panas yang lebih hangat dan lembap akan mengakibatkan jumlah itu terus membengkak.

Oleh Thomas Hayden
Peta oleh Munich RE

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar