THE ONLY WAY
To Do Great Work
Is To Love, What You Do.
Home » , » Mengapa Serangga Tertarik pada Bunga Bangkai?

Mengapa Serangga Tertarik pada Bunga Bangkai?

Written By Unknown on 4 Okt 2015 | 16.57

Mereka menyukai bau bunga bangkai selayaknya manusia menyukai wangi makanan lezat berbau sedap.


Kelahiran Trudy sangat ditunggu-tunggu sejak lama.
Tak hanya para pelajar University of California yang menunggu kehadirannya, warga sekitar pun turut antusias.
Trudy adalah bunga bangkai ditanam di taman botani di University of California, Barkeley. Kuncup bunga berbau busuk ini akhirnya mekar pada Sabtu malam (18/7) lalu; suatu momen yang sudah diharapkan sejak penanaman bibitnya enam tahun lalu.
Paska “lahir”nya Trudy, tercatat sudah lebih dari 2000 pengunjung berdatangan ke Botanical Garden tempatnya ditanam, hanya untuk menyaksikan dan membaui si bunga bangkai berukuran 56 inci tersebut.
Bagi manusia dengan indera penciuman normal, tentu saja bau Trudy adalah sesuatu yang tak menyedapkan. Namun bagi serangga, wangi Trudy sangatlah memikat.
Kumbang dan lalat menggemari bau busuk Trudy. Mo Fayyaz, seorang direktur pengelola rumah kaca dan taman di jurusan botani University of Wisconsin, menjelaskan, “Wangi Trudy membuat mereka berpikir bahwa ada tempat yang cocok untuk meletakkan telur mereka.”
Mengidentifikasikan bunga bangkai sebagai suatu bunga sebenarnya adalah suatu misnomer. Bunga bangkai sendiri terdiri dari beberapa bunga yang berkumpul di pangkal tangkai (spadix), dan tersembunyi di balik selubung merah marun di dasarnya (spathe).
Bunga dengan nama latin Amorphophallus titanum ini memang berbau tak sedap seperti daging busuk. Namun dengan begitu, sang bunga akan mendapat keuntungan dari serangga yang tertarik akan baunya tersebut: mereka akan membantu penyerbukan sang bunga.
Serangga akan masuk ke dalam bunga karena tertarik dengan bau busuk dan juga panas yang dihasilkan bunga--membuatnya semakin mirip dengan daging busuk untuk serangga. Setelah berada di dalam bunga, sang serangga akan terselimuti dengan serbuk, yang akan mereka sebarkan di tempat lain setelah mereka terbang ke luar.
(Difa Restiasari. Sumber: National Geographic)

SHARE

About Unknown

0 komentar :

Posting Komentar